Efek salju Bintang

Senin, 01 Juni 2015

konsumsi, produksi dan distribusi ekonomi kapitalis



MAKALAH
KONSUMSI, PRODUKSI, DISTRIBUSI EKONOMI KAPITALIS
Diajukan untuk memenuhi tugas kelompok pada Mata Kuliah “Perbandingan Sistem Ekonomi”

Disusun Oleh : Kelompok 9
Sapitri                          (131401244)
Rizka Nurhasahanah   (131401236)
EKIS A/ IV
FAKULTAS SYARIAH DAN EKONOMI ISLAM
IAIN SULTAN MAULANA HASANUDDIN BANTEN
2016

KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan waktu sehingga ada kesempatan bagi kita untuk memperbaiki diri. Dengan nikmat sehat wal afiatnya kami bisa menyelesaikan makalah kami yang berjudul “konsumsi, produksi, dan distribusi ekonomi kapitalis”.
Penulis menyadari bahwa masih banyak kesalah yang ada dalam tulisan kami, maka kritik dan saran akan kami terima dengan senang hati.

Serang, Mei 2014

Penulis












DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR………………………………………………………………i
DAFTAR ISI………………………………………………………………………..ii
BAB I PENDAHULUAN........................................…………………………..........iii
1.1  LATAR BELAKANG MASALAH…………………………………………….iii
1.2  RUMUSAN MASALAH……………………………………………………......iii
BAB II PEMBAHASAN…………………………………………………………….1
2.1 PENGERTIAN EKONOMI KAPITALIS……………………………………….1
2.2 PERANAN HARGA DALAM EKONOMI KAPITALIS………………………2
2.3 KEBAIKAN SISTEM EKONOMI KAPITALIS………………………………..5
2.4 KELEMAHAN SISTEM EKONOMI KAPITALIS……………………………..5
BAB III PENUTUP…………………………………………………………………..6
KESIMPULAN………………………………………………………………………6
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………..7








BAB I PENDAHULUAN
1.1         LATAR BELAKANG MASALAH
Liberalisme semakin berkembang dengan sokongan rasionalisme yang menyatakan bahwa rasio manusia dapat menerangkan segala sesuatu secara komprehensif yang kemudian melahirkan pendapat bahwa manusia sendirilah yang berhak membuat peraturan hidupnya dan mempertahankan kebebasan manusia dalam hal kebebasan beragama, kebebasan berpendapat, kebebasan individu dan kebebasan hak milik. Dari kebebasan hak milik inilah dihasilkan sistem ekonomi kapitalisme, dimana kapitalisasi menjadi corak yang paling menonjol dalam sistem ekonomi ini.

1.2         RUMUSAN MASALAH
v  Apa yang dimaksud dengan ekonomi kapitalis ?
v  Apa saja peranan harga dalam ekonomi  kapitalis ?













BAB II PEMBAHASAN
2.1         PENGERTIAN KAPITALISME
Kapitalisme adalah sistem ekonomi yang berasaskan kepentingan pribadi, dimana nilai produksi dan konsumsi semata-mata untuk menggaet profit. Sistem kapitalisme sama sekali tidak mengindahkan kesejahteraan sosial, kepentingan bersama, kepemilikan bersama ataupun yang semacamnya. Asas kapitalisme adalah kepuasan sepihak, alias setiap keuntungan adalah milik pribadi. Dalam kapitalisme, meskipun keuntungan yang didapat sangatlah besar, kemudian tercipta kompetisi antar pasar tanpa risau terhadap campur tangan pemerintah, dan setiap pemilik modal bebas menentukan pekerjaan atau usaha apa yang akan mereka jalankan, tetap saja menciptakan beberapa nilai negative dan juga anomali. Kasus yang terjadi seperti perbedaan kelas ekonomi yang semakin nyata lantaran keuntungan sepihak yang hanya diperoleh kaum minoritas atau elitis saja, tanpa mengindahkan kesejahteraan masyarakat pada umumnya
Lebih lanjut, ada beberapa ciri kapitalisme yang perlu kita perhatikan dan kerap muncul di sekitar kita tanpa disadari. Beberapa ciri tersebut bisa diringkas menjadi:
Ø  Sebagian besar sarana produksi dan distribusi dimiliki oleh individu.
Ø  Barang dan jasa diperdagangkan bebas yang bersifat kompetitif.
Ø  Pemilik modal bebas untuk menggunakan cara apa saja untuk meningkatkan keuntungan maksimal, dengan mendayagunakan sumber produksi dan pekerjanya. Sehingga modal kapitalis seringkali diinvestasikan ke dalam berbagai usaha untuk menghasilkan laba.
Ø  Aktivitas ekonomi secara bebas hanya ditentukan oleh penjualan dan pembelian.
Ø  Pengawasan atau campur tangan pemerintah diupayakan seminimal mungkin. Tetapi jika dianggap riskan, negara sewaktu-waktu dapat mengeluarkan kebijakan yang melindungi lancarnya pelaksanaan sistem kapitalisme.
Ø  Riset menduduki posisi yang penting dan menentukan dalam mendorong persaingan.
Tujuan kapitalisme yang hanya berasas pada biaya produksi yang murah dan keuntungan yang tinggi realitanya berkebalikan dengan Islam, yang menganjurkan agar seorang muslim tidak sekedar menimbun uang dan menghimbau agar menyedekahkannya untuk kemaslahatan sosial, kapitalisme justru akan membentuk tatanan masyarakat yang egois, materialis dan konsumeris.
2.2         Peranan Harga dalam Kegiatan Ekonomi Kapitalis
Bagi Sistem Ekonomi Kapitalis, harga mempunyai peranan dalam kegiatan produksi, konsumsi, dan distribusi melalui struktur harga.
A.                Peranan Harga dalam Area Produksi
Masyarakat kapitalis adalah masyarakat yang melakukan kegiatan ekonomi untuk pasar, untuk menghasilkan laba dan mengakumulasikan kapital melalui mekanisme pertukaran. Masyarakat kapitalis dibangun di atas dibangun diatas ekonomi pasar, yaitu sistem ekonomi yang dikontrol, diatur dan diarahkan oleh pasar itu sendiri.
Peraturan dalam produksi dan distribusi barang dipercayakan kepada mekanisme mengatur diri sendiri (self regulating mechanism). Produksi dikontrol oleh harga karena keuntungan dari pihak yang menjalankan produksi akan tergantung padanya.
Dalam ruang lingkup produksi, harga menentukan siapa saja produsen yang boleh masuk ke dalam area produksi dan siapa saja yang tidak boleh masuk atau keluar dari area produksi.
Struktur harga dengan sendirinya akan mengatur dan menyaring produsen berdasarkan tingkat kemampuan produsen dalam menanggung biaya produksi yang meliputi biaya pengadaan barang modal, biaya gedung dan tanah, biaya bahan baku, biaya upah buruh dan manajemen, biaya pemeliharaan, biaya bunga, biaya pajak, dan lain-lainnya.
Kemudian struktur harga juga akan menyaring para produsen yang tetap bertahan di area produksi, ketika beban biaya produksi masih dapat ditanggung produsen yang mungkin disebabkan oleh masih adanya persediaan modal yang dimiliki produsen tersebut, atau karena kemampuan inovasi produsen dalam mengelola manajemen yang efisien dan kualitas produksi yang memenuhi selera pasar, atau juga disebabkan karena produsen tersebut melakukan praktik tidak fair dengan merusak harga pasar, monopoli, atau praktik-praktik curang lainnya yang membuat produsen saingannya terlempar dari area produksi.
Mekanisme persaingan ekonomi seperti ini dengan menjadikan harga sebagai alat yang mengendalikan produsen dalam area produksi, maka kepemilikan produksi dalam Sistem Ekonomi Kapitalis ditentukan oleh kekuatan modal yang dimiliki para produsen, sehingga rakyat lemah yang tidak memiliki kemampuan modal akan terlempar dari area produksi dan akhirnya menjadi masyarakat pinggiran (marginal society).

B.            Peranan Harga dalam Menentukan Konsumsi
Dalam ruang lingkup konsumen, harga merupakan alat pengendali yang menentukan kemampuan konsumen dalam memenuhi berbagai kebutuhan dan keinginannya. Harga merupakan mekanisme yang menyisihkan orang-orang miskin dan fakir dari perekonomian karena ketidakmampuannya dalam menjangkau tingkat harga. Harga merupakan mekanisme yang mempersilahkan orang-orang mampu untuk membeli kekayaan yang mereka kehendaki dengan uang yang mereka miliki. Harga pula yang membuat hidup orang pas-pasan. Bahasa kasarnya, harga merupakan mekanisme yang menentukan siapa saja orang yang berhak hidup dan siapa saja yang harus menyingkir dari kehidupan.
Misalnya dengan tingkat biaya pelayanan kesehatan dan harga obat-obatan yang tinggi sekarang ini, hanya orang-orang yang berduitlah yang mampu membayar sehingga mereka mendapatkan pelayanan kesehatan baik di rumah sakit maupun di klinik kesehatan. Sedangkan orang-orang yang kurang mampu atau orang-orang yang hidupnya pas-pasan, ketika mereka sangat membutuhkan pengobatan, mereka harus melakukan upaya maksimal untuk memperoleh uang yang cukup termasuk dengan cara berutang agar mereka dapat membayar biaya pelayanan kesehatan dan harga obat-obatan yang selangit. Ketika mereka tidak mampu memperoleh sejumlah uang yang diperlukan, maka mereka terpaksa pasrah membiarkan diri atau keluarganya yang sakit tanpa pengobatan.
C.           Struktur Harga sebagai Metode Distribusi Ekonomi Kapitalis
Struktur harga sebagai titik pertemuan antara penawaran produsen dan permintaan konsumen merupakan metode distribusi ekonomi dalam Sistem Ekonomi Kapitalis. Pertemuan antara tingkat harga yang berlaku di pasar dengan keputusan konsumen untuk membeli barang dan jasa merupakan sarana penyaring mana barang yang laku dan tidak laku. Kedua keadaan tersebut memiliki konsekwensi masing-masing.
Konsekwensi pertama terhadap barang yang laku di pasaran adalah kemungkinan keuntungan yang diperoleh produsen. Pada saat produsen untung inilah ia akan memutuskan apakah tingkat produksi (penawaran) tetap ataukah dinaikkan.
Konsekwensi kedua terhadap barang yang tidak laku di pasaran adalah kemungkinan kerugian yang dialami produsen. Di mana pada saat itu, ketika produsen masih dapat menanggung kerugian yang dialaminya maka ia tetap melakukan produksi meskipun dengan menurunkan tingkat produksinya. Sebaliknya, ketika produsen tidak mampu lagi menanggung kerugian, maka baginya harus menghentikan produksi atau dengan kata lain menutup usahanya.
Kombinasi dua konsekwensi tersebut menghasilkan atau mengubah laju produksi sebelumnya. Adapun yang dimaksud laju produksi menyangkut tiga hal, yaitu barang apa saja yang diproduksi? Berapa banyak diproduksi? Dan untuk siapa barang tersebut diproduksi?
Bagi produsen, barang yang diproduksi adalah barang dan jasa yang menghasilkan keuntungan, yakni barang yang laku di pasaran. Sedangkan tingkat produksi disesuaikan dengan tingkat permintaan konsumen dengan berdasarkan kemampuan produksi yang dimiliki produsen.
Maksud dari “untuk siapa barang tersebut diproduksi” adalah barang dan jasa tersebut diproduksi untuk memenuhi “permintaan konsumen”. Ruang lingkup “permintaan konsumen” bukanlah konsumen secara keseluruhan atau masyarakat pada umumnya, tetapi sekelompok konsumen atau sebagian masyarakat yang melakukan permintaan atas barang dan jasa yang ditawarkan produsen. Di mana kemampuan konsumen melakukan permintaan bergantung pada kekuatan daya belinya. Jadi hanya bagi konsumen yang mampulah barang dan jasa yang diproduksi diperuntukkan, bukan bagi orang-orang yang tidak mampu atau golongan miskin.
Dua titik pertemuan antara “permintaan konsumen” yang memiliki kemampuan dengan penawaran produsen yang memiliki kemampuan produksi menghasilkan keseimbangan ekonomi (economic equilibrium). Sebagaimana penjelasan sebelumnya, bahwa harga menentukan siapa saja yang dapat masuk ke dalam area produksi dan siapa saja konsumen yang dapat mengkonsumsi barang dan jasa. Inilah yang dimaksud dengan harga sebagai metode distribusi ekonomi.

2.3         KEBAIKAN SISTEM EKONOMI KAPITALIS
1.             Kebebasan
Para pendukung system ekonomi kapitalis menyatakan bahwa kebebasan ekonomi sangat bermanfaat untuk masyarakat. Mereka menyebut “dasar hukum” ekonomi dan menegaskan bahwa jika dasar hukum diterapkan dengan bebas, ia akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.[1]
2.             Meningkatkan produksi
Persaingan bebas antara individu akan mewujudkan tahap “produksi” dan “tingkat harga” pada tingkat yang wajar. Keadaan ini akan membantu mempertahankan penyesuaian pada tingkat yang rasional pada dua variabel tersebut.
3.             Profit motif
Dalam system kapitalisme, keuntungan menjadi factor keberlangsungan usaha. Setiap keuntungan diperhitungkan dari usaha, semakin sedikit kesempatan untuk melakukan usaha semakin kecil ia akan memperoleh keuntungan.
2.4    KELEMAHAN SISTEM EKONOMI KAPITALIS
1.             Tidak merata
Persaingan bebas menimbulkan kecenderungan setiap orang untuk lebih mementingkan kepentingannya sendiri. Bagi orang yang telah berkecukupan dalam bidang ekonomi tidak banyak peduli dengan orang yang kurang mampu.
2.             Tidak selaras
Setiap orang menggunakan kebebasan untuk mengeksplorasi sumber daya yang dimilikinya dengan efisien guna memperoleh kepentingan yang lebih banyak.
3.             Maksimalisasi profit
Efesiensi usaha bisa dijadikan legitimasi untuk menaikkan batas produksi dan mengurangi biayanya guna mendapatkan keuntungan yang maksimal. Hal ini dilakukan sebagai alasan bagi pengusaha untuk mempertahankan produksi dan memenangkan persaingan dengan pihak lain.
4.             MatrealistisDalam system kapitalisme segala kegiatan ekonomi didasarkan atas terpenuhinya optimalisasi produksi guna mencapai output produksi dan keuntungan produksi yang diharapkan.
BAB III PENUTUP
3.1         KESIMPULAN
Kapitalisme adalah sistem ekonomi yang berasaskan kepentingan pribadi, dimana nilai produksi dan konsumsi semata-mata untuk menggaet profit. Sistem kapitalisme sama sekali tidak mengindahkan kesejahteraan sosial, kepentingan bersama, kepemilikan bersama ataupun yang semacamnya. Asas kapitalisme adalah kepuasan sepihak, alias setiap keuntungan adalah milik pribadi. Dalam kapitalisme, meskipun keuntungan yang didapat sangatlah besar, kemudian tercipta kompetisi antar pasar tanpa risau terhadap campur tangan pemerintah, dan setiap pemilik modal bebas menentukan pekerjaan atau usaha apa yang akan mereka jalankan, tetap saja menciptakan beberapa nilai negative dan juga anomali.
Adapun peran harga dalam ekonomi kapitalis terbagi menjadi tiga yaitu
Ø  Peranan Harga dalam Kegiatan Ekonomi Kapitalis
Ø  Peranan Harga dalam Menentukan Konsumsi
Ø  Struktur Harga sebagai Metode Distribusi Ekonomi Kapitalis












DAFTAR PUSTAKA
Sudarsono, heri. 2004. Konsep Ekonomi Islam Suatu Pengantar, Ekonosia : Yogyakarta.





[1] Umer Chapra (2000), Islam dan Tantangan Ekonomi (terj), Gema Insan Press, jakarta, h. 18.