MAKALAH
KONSUMSI, PRODUKSI, DISTRIBUSI EKONOMI KAPITALIS
Diajukan untuk memenuhi tugas kelompok pada Mata Kuliah
“Perbandingan Sistem Ekonomi”
Disusun Oleh : Kelompok 9
Sapitri (131401244)
Rizka Nurhasahanah (131401236)
EKIS A/ IV
FAKULTAS SYARIAH DAN EKONOMI ISLAM
IAIN SULTAN MAULANA HASANUDDIN BANTEN
2016
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah yang telah
menciptakan waktu sehingga ada kesempatan bagi kita untuk memperbaiki diri.
Dengan nikmat sehat wal afiatnya kami bisa menyelesaikan makalah kami yang
berjudul “konsumsi, produksi, dan distribusi ekonomi kapitalis”.
Penulis menyadari bahwa masih banyak
kesalah yang ada dalam tulisan kami, maka kritik dan saran akan kami terima
dengan senang hati.
Serang, Mei
2014
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR………………………………………………………………i
DAFTAR ISI………………………………………………………………………..ii
BAB I
PENDAHULUAN........................................…………………………..........iii
1.1 LATAR BELAKANG MASALAH…………………………………………….iii
1.2
RUMUSAN
MASALAH……………………………………………………......iii
BAB II PEMBAHASAN…………………………………………………………….1
2.1 PENGERTIAN EKONOMI KAPITALIS……………………………………….1
2.2 PERANAN HARGA DALAM EKONOMI KAPITALIS………………………2
2.3 KEBAIKAN SISTEM EKONOMI KAPITALIS………………………………..5
2.4 KELEMAHAN SISTEM EKONOMI KAPITALIS……………………………..5
BAB III PENUTUP…………………………………………………………………..6
KESIMPULAN………………………………………………………………………6
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………..7
BAB I PENDAHULUAN
1.1
LATAR
BELAKANG MASALAH
Liberalisme semakin
berkembang dengan sokongan rasionalisme yang menyatakan bahwa rasio manusia
dapat menerangkan segala sesuatu secara komprehensif yang kemudian melahirkan
pendapat bahwa manusia sendirilah yang berhak membuat peraturan hidupnya dan
mempertahankan kebebasan manusia dalam hal kebebasan beragama, kebebasan
berpendapat, kebebasan individu dan kebebasan hak milik. Dari kebebasan hak
milik inilah dihasilkan sistem ekonomi kapitalisme, dimana kapitalisasi menjadi
corak yang paling menonjol dalam sistem ekonomi ini.
1.2
RUMUSAN
MASALAH
v Apa yang dimaksud dengan ekonomi kapitalis ?
v Apa saja peranan harga dalam ekonomi kapitalis ?
BAB II PEMBAHASAN
2.1
PENGERTIAN KAPITALISME
Kapitalisme adalah
sistem ekonomi yang berasaskan kepentingan pribadi, dimana nilai produksi dan
konsumsi semata-mata untuk menggaet profit. Sistem kapitalisme sama sekali
tidak mengindahkan kesejahteraan sosial, kepentingan bersama, kepemilikan
bersama ataupun yang semacamnya. Asas kapitalisme adalah kepuasan sepihak,
alias setiap keuntungan adalah milik pribadi. Dalam kapitalisme, meskipun
keuntungan yang didapat sangatlah besar, kemudian tercipta kompetisi antar
pasar tanpa risau terhadap campur tangan pemerintah, dan setiap pemilik modal
bebas menentukan pekerjaan atau usaha apa yang akan mereka jalankan, tetap saja
menciptakan beberapa nilai negative dan juga anomali. Kasus yang terjadi
seperti perbedaan kelas ekonomi yang semakin nyata lantaran keuntungan sepihak
yang hanya diperoleh kaum minoritas atau elitis saja, tanpa mengindahkan
kesejahteraan masyarakat pada umumnya
Lebih lanjut, ada
beberapa ciri kapitalisme yang perlu kita perhatikan dan kerap muncul di
sekitar kita tanpa disadari. Beberapa ciri tersebut bisa diringkas menjadi:
Ø
Sebagian besar sarana
produksi dan distribusi dimiliki oleh individu.
Ø
Barang dan jasa
diperdagangkan bebas yang bersifat kompetitif.
Ø
Pemilik modal bebas
untuk menggunakan cara apa saja untuk meningkatkan keuntungan maksimal, dengan
mendayagunakan sumber produksi dan pekerjanya. Sehingga modal kapitalis
seringkali diinvestasikan ke dalam berbagai usaha untuk menghasilkan laba.
Ø
Aktivitas ekonomi
secara bebas hanya ditentukan oleh penjualan dan pembelian.
Ø
Pengawasan atau campur
tangan pemerintah diupayakan seminimal mungkin. Tetapi jika dianggap riskan,
negara sewaktu-waktu dapat mengeluarkan kebijakan yang melindungi lancarnya
pelaksanaan sistem kapitalisme.
Ø
Riset menduduki posisi
yang penting dan menentukan dalam mendorong persaingan.
Tujuan kapitalisme yang
hanya berasas pada biaya produksi yang murah dan keuntungan yang tinggi
realitanya berkebalikan dengan Islam, yang menganjurkan agar seorang muslim
tidak sekedar menimbun uang dan menghimbau agar menyedekahkannya untuk
kemaslahatan sosial, kapitalisme justru akan membentuk tatanan masyarakat yang
egois, materialis dan konsumeris.
2.2
Peranan
Harga dalam Kegiatan Ekonomi Kapitalis
Bagi Sistem Ekonomi Kapitalis, harga
mempunyai peranan dalam kegiatan produksi, konsumsi, dan distribusi melalui
struktur harga.
A.
Peranan Harga dalam Area Produksi
Masyarakat
kapitalis adalah masyarakat yang melakukan kegiatan ekonomi untuk pasar, untuk
menghasilkan laba dan mengakumulasikan kapital melalui mekanisme pertukaran.
Masyarakat kapitalis dibangun di atas dibangun diatas ekonomi pasar, yaitu
sistem ekonomi yang dikontrol, diatur dan diarahkan
oleh pasar itu sendiri.
Peraturan
dalam produksi dan distribusi barang dipercayakan kepada mekanisme mengatur
diri sendiri (self regulating mechanism). Produksi dikontrol
oleh harga karena keuntungan dari pihak yang menjalankan produksi akan
tergantung padanya.
Dalam ruang lingkup produksi, harga menentukan siapa
saja produsen yang boleh masuk ke dalam area produksi dan siapa saja yang tidak
boleh masuk atau keluar dari area produksi.
Struktur harga dengan sendirinya akan mengatur dan
menyaring produsen berdasarkan tingkat kemampuan produsen dalam menanggung
biaya produksi yang meliputi biaya pengadaan barang modal, biaya gedung dan
tanah, biaya bahan baku, biaya upah buruh dan manajemen, biaya pemeliharaan,
biaya bunga, biaya pajak, dan lain-lainnya.
Kemudian struktur harga juga akan menyaring para
produsen yang tetap bertahan di area produksi, ketika beban biaya produksi
masih dapat ditanggung produsen yang mungkin disebabkan oleh masih adanya
persediaan modal yang dimiliki produsen tersebut, atau karena kemampuan inovasi
produsen dalam mengelola manajemen yang efisien dan kualitas produksi yang
memenuhi selera pasar, atau juga disebabkan karena produsen tersebut melakukan
praktik tidak fair dengan merusak harga pasar, monopoli, atau praktik-praktik
curang lainnya yang membuat produsen saingannya terlempar dari area produksi.
Mekanisme persaingan ekonomi seperti ini dengan
menjadikan harga sebagai alat yang mengendalikan produsen dalam area produksi,
maka kepemilikan produksi dalam Sistem Ekonomi Kapitalis ditentukan oleh
kekuatan modal yang dimiliki para produsen, sehingga rakyat lemah yang tidak
memiliki kemampuan modal akan terlempar dari area produksi dan akhirnya menjadi
masyarakat pinggiran (marginal society).
B.
Peranan Harga dalam Menentukan Konsumsi
Dalam ruang lingkup konsumen, harga
merupakan alat pengendali yang menentukan kemampuan konsumen dalam memenuhi
berbagai kebutuhan dan keinginannya. Harga merupakan mekanisme yang menyisihkan
orang-orang miskin dan fakir dari perekonomian karena ketidakmampuannya dalam
menjangkau tingkat harga. Harga merupakan mekanisme yang mempersilahkan
orang-orang mampu untuk membeli kekayaan yang mereka kehendaki dengan uang yang
mereka miliki. Harga pula yang membuat hidup orang pas-pasan. Bahasa kasarnya,
harga merupakan mekanisme yang menentukan siapa saja orang yang berhak hidup
dan siapa saja yang harus menyingkir dari kehidupan.
Misalnya dengan tingkat biaya pelayanan
kesehatan dan harga obat-obatan yang tinggi sekarang ini, hanya orang-orang
yang berduitlah yang mampu membayar sehingga mereka mendapatkan pelayanan
kesehatan baik di rumah sakit maupun di klinik kesehatan. Sedangkan orang-orang
yang kurang mampu atau orang-orang yang hidupnya pas-pasan, ketika mereka
sangat membutuhkan pengobatan, mereka harus melakukan upaya maksimal untuk
memperoleh uang yang cukup termasuk dengan cara berutang agar mereka dapat
membayar biaya pelayanan kesehatan dan harga obat-obatan yang selangit. Ketika
mereka tidak mampu memperoleh sejumlah uang yang diperlukan, maka mereka
terpaksa pasrah membiarkan diri atau keluarganya yang sakit tanpa pengobatan.
C.
Struktur
Harga sebagai Metode Distribusi Ekonomi Kapitalis
Struktur harga sebagai titik pertemuan
antara penawaran produsen dan permintaan konsumen merupakan metode distribusi
ekonomi dalam Sistem Ekonomi Kapitalis. Pertemuan antara tingkat harga yang berlaku di
pasar dengan keputusan konsumen untuk membeli barang dan jasa merupakan sarana
penyaring mana barang yang laku dan tidak laku. Kedua keadaan tersebut memiliki
konsekwensi masing-masing.
Konsekwensi pertama terhadap barang yang
laku di pasaran adalah kemungkinan keuntungan yang diperoleh produsen. Pada
saat produsen untung inilah ia akan memutuskan apakah tingkat produksi
(penawaran) tetap ataukah dinaikkan.
Konsekwensi kedua terhadap barang yang
tidak laku di pasaran adalah kemungkinan kerugian yang dialami produsen. Di
mana pada saat itu, ketika produsen masih dapat menanggung kerugian yang
dialaminya maka ia tetap melakukan produksi meskipun dengan menurunkan tingkat
produksinya. Sebaliknya, ketika produsen tidak mampu lagi menanggung kerugian,
maka baginya harus menghentikan produksi atau dengan kata lain menutup
usahanya.
Kombinasi dua konsekwensi tersebut
menghasilkan atau mengubah laju produksi sebelumnya. Adapun yang dimaksud laju
produksi menyangkut tiga hal, yaitu barang apa saja yang diproduksi? Berapa
banyak diproduksi? Dan untuk siapa barang tersebut diproduksi?
Bagi produsen, barang yang diproduksi
adalah barang dan jasa yang menghasilkan keuntungan, yakni barang yang laku di
pasaran. Sedangkan tingkat produksi disesuaikan dengan tingkat permintaan
konsumen dengan berdasarkan kemampuan produksi yang dimiliki produsen.
Maksud dari “untuk siapa barang tersebut diproduksi” adalah barang dan jasa tersebut diproduksi untuk
memenuhi “permintaan konsumen”. Ruang
lingkup “permintaan konsumen”
bukanlah konsumen secara keseluruhan atau masyarakat pada umumnya, tetapi
sekelompok konsumen atau sebagian masyarakat yang melakukan permintaan atas
barang dan jasa yang ditawarkan produsen. Di mana kemampuan konsumen melakukan
permintaan bergantung pada kekuatan daya belinya. Jadi hanya bagi konsumen yang
mampulah barang dan jasa yang diproduksi diperuntukkan, bukan bagi orang-orang
yang tidak mampu atau golongan miskin.
Dua titik pertemuan antara “permintaan
konsumen” yang memiliki
kemampuan dengan penawaran produsen yang memiliki kemampuan produksi
menghasilkan keseimbangan ekonomi (economic
equilibrium).
Sebagaimana penjelasan sebelumnya, bahwa harga menentukan siapa saja yang dapat
masuk ke dalam area produksi dan siapa saja konsumen yang dapat mengkonsumsi
barang dan jasa. Inilah yang dimaksud dengan harga sebagai metode distribusi
ekonomi.
2.3
KEBAIKAN
SISTEM EKONOMI KAPITALIS
1.
Kebebasan
Para
pendukung system ekonomi kapitalis menyatakan bahwa kebebasan ekonomi sangat bermanfaat
untuk masyarakat. Mereka menyebut “dasar hukum” ekonomi dan menegaskan bahwa
jika dasar hukum diterapkan dengan bebas, ia akan meningkatkan kesejahteraan
masyarakat.[1]
2.
Meningkatkan
produksi
Persaingan
bebas antara individu akan mewujudkan tahap “produksi” dan “tingkat harga” pada
tingkat yang wajar. Keadaan ini akan membantu mempertahankan penyesuaian pada
tingkat yang rasional pada dua variabel tersebut.
3.
Profit
motif
Dalam
system kapitalisme, keuntungan menjadi factor keberlangsungan usaha. Setiap
keuntungan diperhitungkan dari usaha, semakin sedikit kesempatan untuk
melakukan usaha semakin kecil ia akan memperoleh keuntungan.
2.4 KELEMAHAN SISTEM EKONOMI KAPITALIS
1.
Tidak
merata
Persaingan
bebas menimbulkan kecenderungan setiap orang untuk lebih mementingkan
kepentingannya sendiri. Bagi orang yang telah berkecukupan dalam bidang ekonomi
tidak banyak peduli dengan orang yang kurang mampu.
2.
Tidak
selaras
Setiap
orang menggunakan kebebasan untuk mengeksplorasi sumber daya yang dimilikinya
dengan efisien guna memperoleh kepentingan yang lebih banyak.
3.
Maksimalisasi
profit
Efesiensi
usaha bisa dijadikan legitimasi untuk menaikkan batas produksi dan mengurangi
biayanya guna mendapatkan keuntungan yang maksimal. Hal ini dilakukan sebagai
alasan bagi pengusaha untuk mempertahankan produksi dan memenangkan persaingan
dengan pihak lain.
4.
MatrealistisDalam
system kapitalisme segala kegiatan ekonomi didasarkan atas terpenuhinya
optimalisasi produksi guna mencapai output produksi dan keuntungan produksi
yang diharapkan.
BAB III PENUTUP
3.1
KESIMPULAN
Kapitalisme adalah sistem ekonomi yang berasaskan kepentingan pribadi,
dimana nilai produksi dan konsumsi semata-mata untuk menggaet profit. Sistem
kapitalisme sama sekali tidak mengindahkan kesejahteraan sosial, kepentingan
bersama, kepemilikan bersama ataupun yang semacamnya. Asas kapitalisme adalah
kepuasan sepihak, alias setiap keuntungan adalah milik pribadi. Dalam
kapitalisme, meskipun keuntungan yang didapat sangatlah besar, kemudian
tercipta kompetisi antar pasar tanpa risau terhadap campur tangan pemerintah,
dan setiap pemilik modal bebas menentukan pekerjaan atau usaha apa yang akan
mereka jalankan, tetap saja menciptakan beberapa nilai negative dan juga
anomali.
Adapun peran harga dalam ekonomi kapitalis terbagi menjadi tiga yaitu
Ø
Peranan
Harga dalam Kegiatan Ekonomi Kapitalis
Ø
Peranan Harga dalam Menentukan Konsumsi
Ø
Struktur
Harga sebagai Metode Distribusi Ekonomi Kapitalis
DAFTAR PUSTAKA
Sudarsono,
heri. 2004. Konsep Ekonomi Islam Suatu Pengantar, Ekonosia : Yogyakarta.
